Friday, March 8, 2013

Dad, I miss you


Allah..
send my regard to my dad...I miss him
please always cares him lovely
bless and pour with your love
placed him in better peace home and gather with sholeh people and friends
someday, please gather me with him.
Amin

Bisa karena biasa: masihkah berlaku?

Banyak diantara kita menganggap dirinya tidak lemah, tidak berdaya mengerjakan sesuatu yang semula dianggapnya sebagai sesuatu yang hal yang tidak mungkin dilakukannya. Banyak diantara kita yang tanpa melakukan apa-apa sudah men-judge dirinya tidak bakal bisa melakukan sesuatu. Sudahkah diri kita mencoba? Sudahkah diri kita melatih? Sudahkah kita mengalami kegagalan dari latihan tersebut?
Jika jawabannya adalah "belum", maka diri kita termasuk golongan yang malas melakukan perbaikan tetapi gampang menilai sebuah kegagalan.

Pengalaman dibawah inilah yang membenarkan pemikiran paragraf diatas.
Mengemudi mobil
Bagi sebagian orang mengemudi mobil mungkin bukanlah hal yang sangat sulit, namun tentu tidak untuk sebagian orang yang lain. Mengemudi bisa jadi merupakan momok yang paling ditakuti. Kondisi jalan yang ramai. Kemampuan mengkontrol seluruh panca indera mulai, mata dengan pandangan awas ke samping kanan, kiri, depan, belakang untuk bisa membawa mobil dengan aman. Kemampuan berkonsentrasi. Kemampuan mengingat baik, jalur, rambu, nama jalan dan masih banyak lagi. Belum lagi, kejadian kecelakaan yang berakibat pada mulai hal kecil, dari tergoresnya cat mobil, penyoknya body, kaca pecah hingga terenggutnya nyawa.

Pendek kata, mengemudi mobil memerlukan latihan dan keberanian. Dan keberanianku, sedikit terkoyak ketika tahun 2008, mobil yang aku kemudikan menyenggol mobil abang "mendreng". Di jalan kampung yang sempit, sekumpulan ibu-ibu berkumpul dijalan mengerumuni abang mendreng dengan mobil pick upnya. Suara klakson sedikit kutekan untuk meminggirkan kerumunan itu ke tepi. Aku sudah grogi, jalan yang sempit, dengan kanan-kiri got kecil membuat aku mengemudikan mobil terlalu ke tengah. Kekhawatiran ban mobil akan terjerumus ke got mengalihkan konsentrasiku bahwa body mobilku mepet sekali dengan mobil pick up abang mendreng. Alhasil....." glonthang..dubrak...prang.." Beberapa dagangan abang mendreng yang ditalikan di pinggir mobilnya tergencet dengan body mobilku.

Keringat dingin, malu dan khawatir menyelimutiku. Aku pinggirkan mobil dan turun bertanya, apakah ada yang rusak..alhamdulillah everything is fine, no victim kata si abang. Hehehe...panci, wajan, dan barang-barang yang digantung di mobil memang jatuh tapi aman. Setelah basa-basi minta maaf aku kembali ke mobilku. Ada yang aneh, tapi biarlah dicek nanti saja...malu sama ibu-ibu.
Setelah sampai ditempat tujuan, aku cek mobil...olala...body tergores panjang...spion rusak, dan ternyata berakibat pada pintu depan tidak bisa dibuka. Kejadian itu terus membuatku enggan untuk berlatih dan memvonis diriku sendiri bahwa aku memang tidak bisa menyetir.

Tetapi, sekarang aku mampu mengendalikannya. Beberapa kali terpaksa aku harus menyetir sendiri, dan harus berlatih dan ternyata....bisa. Bahkan seperti hari ini, terpaksa nyasar dua kali di freeway yang laju kendaraannya di atas 80 km/jam bisa....So, come on guys don't just yourself without have learning and training in first.


Kebiasaan ucapan akan muncul di alam sadar.
Beberapa bulan lalu, di surat kabar diberitakan seorang penyanyi senior langgam Jawa sedang mengalami sakit, hilang kesadaran dan dirawat di rumah sakit. Ditengah kehilangan kesadarannya itu, tidak henti-hentinya anggota keluarganya membisikkan kata-kata yang bisa membuatnya selalu terjaga. Dan ternyata memang benar. Penyanyi itu, akan menyahut dan meneruskan baris lagu yang sering dinyanyikannya dan menjadi hit-nya ketika anak-anaknya menyanyikan baris-baris lagu itu di telinganya. Walaupun dengan mata terpejam, tubuh tidak bergerak, tetapi bibir ikut bergerak melanjutkan lirik nyanyian. Bahkan ketika dicoba untuk mempelesetkan lirik lagu, kesadaran si sakit muncul dengan membenarkan lirik yang salah.
Subhanallah, Maha Suci Allah. Benar apa yang menjadi kebiasaan itulah yang yang dikeluarkan. Teko berisi kopi ketika dituang tidak akan mengeluarkan susu.
Betapa dahsyatnya sebuah kebiasaan...

9March 2013
Leonard, Victoria Park